Seorang laki – laki bisa dikatakan sudah remaja atau dewasa bila sudah akhil baliq. Biasanya dialami oleh seorang laki – laki berumur 15 – 17 tahun, yang artinya mereka ( laki – laki ) sudah mengerti tentang sex.
Pengetahuan Sex khususnya mengenai Produksi Sperma, itu artinya mereka ( laki – laki) sudah bisa membuahi sel telur. Pendidikan Sex diberikan sejak dini guna untuk mengontrol diri dari pergaulan sex.
Sebelumnya kita harus mengetahui Sistem Reproduksi Pria. Sistem reproduksi pria terdiri 2 struktur yaitu Struktur Luar dan Struktur Dalam.
- Struktur Luar terdiri dari : Penis, Skrotum ( kantung zakar ), dan Testis ( buah zakar ).
- Struktur Dalam terdiri dari : Vas deferens, Uretra, Kelenjar Prostat, dan Vesikula Seminalis.

Terbuatnya sperma dan jalur – jalur penghasil sperma :
- Sperma ( gen pria ) dibuat didalam testis ( buah zakar ), disimpan didalam vesikula seminalis, dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami ereksi.
- Skrotum merupakan kantung tipis yang melindungi dan mengelilingi testis. Skrotum bertugas sebagai pengendali suhu testis, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh, agar sperma terbentuk secara normal.
- Testis juga mempunyai fungsi sebagai penghasil sperma dan membuat hormon testosteron ( hormon seks pria yang utama ).
- Lubang Uretra adalah saluran tepat keluarnya semen dan air kemih yang tedapat di umung glans penis. Semen adalah cairan yang terdapat dalam sperma ketika melakukan aktivitas seksual.
- Vas Deferens adalah saluran yang membawa sperma dari epididimis.
- Epididimis adalah ruang yang menyediakan tempat untuk proses pematangan dari kumpulan sperma.
- Kelenjar Prostat terletak dibawah kandung kemih didalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra dan membesar seiring bertambahnya usia.
- Prostat dan Vesikula Seminalis merupakan cairan yang menjadi sumber makanan bagi sperma.

Di masyarakat telah beredar anggapan yang salah bahwa bila ejakulasi terjadi terlampau cepat, berarti spermanya akan terganggu sehingga tidak dapat menghamiliki. Hambatan hamil menjadi masalah baru lagi semakin memperburuk masalah yang timbul akibat ejakulasi dini.
Sperma erat kaitannya dengan pria sebab sperma memiliki peran yang penting dalam proses reproduksi.
Pasangan dikatakan infertil apabila selama setahun sudah melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kontrasepsi namun tak kunjung mendapatkan keturunan. Salah satu penyebab infertilitas pada suami adalah
Pria normal yang tidak memiliki sperma encer akan mengeluarkan sperma antara 20 juta-120 juta per milimimeter disetiap ejakulasi. Kondisi ini cukup sehat untuk membuahi sebuah sel telur dalam tubuh wanita. Namun sayangnya, dengan jumlah antara 20-120 juta sperma tiap millimeter belum tentu berhasil untuk membuahi sel telur. Ada beberapa alasan yang mendasari ketidakberesan ini. Salah satunya adalah sel sperma yang keluar saat berejakulasi mengalami keanehan dalam pergerakan, keanehan dalam motilitas sperma dan jumlah sperma yang dikandung. Keanehan-keanehan tersebut adalah salah satu faktor yang menyebabkan suatu pasangan belum dikaruniai putera.
Mani encer tidak dapat ditentukan secara kasat-mata. Harus dipastikan dengan analisa laboratorium untuk menentukan densitasnya (lebih dari 20.000/ml), motilitasnya (lebih dari 50 persen sel jantan masih gerak dalam 4 jam), sel jantan abnormal harus kurang dari 40 persen dan voluma cairan sperma lebih dari 2 ml tiap ejakulasi. Faktor-faktor tersebut adalah tolok ukur untuk menentukan kesuburan pria.
Banyak penyebab yang dapat mengakibatkan sperma encer. Waktu istirahat yang kurang juga dapat mempengaruhi sperma menjadi encer. Waktu istirahat yang baik adalah antara 6 sampai 7 jam setiap hari, namun normalnya manusia istirahat hingga 8 jam per hari. Ini akan berpengaruh terhadap kualitas sperma pada pria.
Pengobatan tradisional yang dapat dilakukan untuk
Istilah mani encer adalah istilah awam yang dalam bahasa medisnya disebut oligospermia atau azoospermia. Disebut oligospermia bila jumlah sperma dalam tiap milliliter cairan ejakulasi atau cairan semen kurang dari 20 juta sel sperma. Dan disebut azoospermia apabila tidak terdapat sel sperma dalam cairan ejakulat.